DEGRADASI MORAL DI AKHIR ZAMAN

Baca:  2 Timotius 3:1-9

“Manusia akan mencintai dirinya sendiri…lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.”  2 Timotius 3:2, 4

Manusia diciptakan Tuhan menurut gambar dan rupa-Nya  (Kejadian 1:26-27)  sehingga manusia lebih istimewa dibandingkan dengan ciptaan-Nya yang lainnya.  Namun dalam keistimewaannya itu manusia justru memberontak terhadap Tuhan dan hidup menyimpang dari jalan-jalan-Nya.  Semakin hari kejahatan manusia semakin menjadi-jadi,  “…segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,”  (Kejadian 6:5).  Apa yang manusia perbuat benar-benar memilukan hati Tuhan, sampai-sampai Tuhan merasa menyesal telah menciptakan manusia di bumi  (Kejadian 6:5-6).

Degradasi moral atau kebobrokan karakter manusia di luar Kristus menjadi salah satu ciri populer menjelang hari kedatangan Tuhan.  Bahkan kalau kita perhatikan, di media massa hampir setiap hari perilaku jahat manusia atau kebobrokan karakter manusia ini menjadi berita utama.  Dalam pembacaan firman Tuhan yang berperikop  ‘Keadaan manusia pada akhir zaman’  ini kita melihat ciri-ciri karakter manusia pada akhir zaman, seperti tertulis:  “Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya.”  (2 Timotius 3:2-5).  Bukankah hal ini jelas-jelas terjadi dan merupakan fakta yang tak terbantahkan?

Akibat perilaku manusia yang semakin menyimpang dari kehendak Tuhan, orang percaya pun terkena dampaknya.  “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.”  (2 Timotius 3:12-13).

Orang percaya dituntut punya kehidupan yang berbeda dengan dunia, apa pun resikonya!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *